Black Hole (Lubang Hitam) Menurut Pandangan Islam

Black Hole (Lubang Hitam) Menurut Pandangan Islam

Dalam dunia astronomi dikenal dengan istilah black hole atau lubang hitam. Istilah black hole sendiri sebenarnya kurang tepat jika didefinisikan sebagai lubang hitam, yang artinya menunjukkan tempat yang kosong di langit berwarna hitam. Padahal sebenarnya ini black hole ini merupakan bintang yang memiliki besar berjuta-juta bahkan miliaran kali Matahari. 

Itu artinya black hole ini bukan berupa lubang hitam yang kosong di langit, tetapi sebuah benda dengan ukuran yang sangat besar berupa bintang yang tidak terlihat.

Black Hole (Lubang Hitam) Menurut Pandangan Islam

Yang menariknya sekaligus mengerikan, black hole ini memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat sehingga benda apapun yang melintasnya pasti akan terhisap.  

Sebuah benda baru bisa melepaskan diri dari gaya gravitasi harus meluncur dengan sangat cepat. Untuk ukuran bumi benda tersebut harus dilesatkan dengan kecepatan 11 km/detik. 

Sedangkan di lubang hitam, cahaya dengan kecepatan 300.000 km/detik saja tidak mampu melepaskan diri dari gaya gravitasinya. 

Bahkan, ada salah satu ilmuwan dari barat yang menggambarkan tentang black hole ini. Menurutnya, black hole ini mampu menciptakan kekuatan gravitasi yang sangat besar yang bekerja seperti vacum cleaner yang tidak nampak. Pada saat bergerak, black hole ini akan menelan setiap benda yang dijumpainya bahkan cahaya sekali pun tidak akan lolos darinya. 

Dari pernyataan ilmuwan tersebut bisa disimpulkan menjadi 3 bagian besar mengenai black hole :

Invisible (benda tidak terlihat)

Vacum Cleaner (artinya gaya gravitasinya dapat menghisap apa saja)

Move (artinya bergerak dengan terus menerus)

Namun, tahukah anda bahwa statement ilmuwan yang keluar pada tahun 2006 ini sudah dijelaskan 15 abad silam di dalam Al Quran. 

“Falaa uqsimu bilkhunnas, al jawaarilkunnas.” 

Artinya : “Aku bersumpah demi bintang tersembunyi. Yang bergerak cepat yang menyapu,” (QS. At-Takwir : 15-16)

Pada ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’la bersumpah dengan bintang-bintang. Jika disimpulkan bisa menjadi demikian :

Khunnas = yang tersembunyi dan tidak terlihat selamanya (invisible)

Al Jawaari = yang beredar dan bergerak dengan kecepatan tinggi (invisible)

Kunnas = yang menelan semua benda yang dilaluinya (cara kerja vacum cleaner)

Berikut tafsiran ayat di atas di dalam Kitab sahihnya dan Imam Nasai:

Telah menceritakan pula kepada kamu Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Israil, dari Sammak, dari Khalid, dari Ali yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah bintang-bintang. 

Ibrahim berkata kepada Mujahid, “Katakanlah pendapatmu sesuai dengan apa yang engkau dengar.” Mujahid mengatakan, “Kami pernah mendengar sesuatu tentang maknanya, tetapi orang-orang mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah bintang-bintang. Ibrahim berkata menegaskan, “Lalu bagaimanakah pendapatmu? Katakanlah sesuai dengan berita yang engkau pernah dengar,” Miujahid mengatakan, “Kami mendengar bahwa makna yang dimaksud darinya adalah sapi liar yang bersembunyi di dalam sarangnya.” Maka Ibrahim berkata, “Kalau begitu, mereka benar-benar terhadapku dalam hal ini. Mereka yang telah meriwayatkan dari Ali, bahwa makna yang dimaksud adalah menyembunyikan bagian yang bawah dengan bagian yang atas atau sebaliknya.  

Sementara Ibnu Jarir bersikap diam sehubungan dengan makna yang dimaksud dari firman-Nya : “Bintang-bintang yang beredar dan terbenam” (At-Takwir :15-16) apakah yang dimaksud adalah bintang-bintang ataukah menjangan alias sapi liar. Dan ia hanya mengatakan bahwa bisa saja kedua-keduanya merupakan makna yang dimaksud. 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *