Gunung Merapi Kembali Mengalami Erupsi Pada Rabu (27/1/2021)

Pada Rabu (27/1/2012) kemarin, Gunung Merapi mengalami erupsi sekitar pukul 13.35 WIB. Hujan pasir dan abu pekat mengenai beberapa daerah yang berada di lereng dan kaki Merapi. Bahkan sejumlah warga mengabadikan peristiwa alam yang terjadi di wilayah Jawa Tengah seperti di Boyolali, Klaten, dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Berikut dibawah ini beberapa menarik tentang Gunung Merapi yang kembali mengalami erupsi pada Rabu (27/1/2021 seperti yang dilansir oleh IDN Times jogja :

  1. Aktivitas Gunung Merapi Kembali Meningkat Sejak Selasa (26/1/2021)

Aktivitas Gunung Merapi memang kembali meningkat sejak Selasa sore hingga malam hari, tepatnya pada 26 Januari 2021 pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Gunung Merapi berkali kali meluncurkan awan panas guguran.  


Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui citra satelit menemukan bahwa terjadinya awan panas Merapi pada petang (2 6/1/2021) sekitar pukul 18.18 WIB dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi 135 detik kearah barat daya. 


Kemudian pada pukul 19.30 WIB terdeteksi terjadinya aktivitas serupa pada pukul 19.03 WIB dengan amplitude 40 milimeter dan durasi 160 detik, estimasi jarak luncur 1500 meter kearah yang sama. 


  1. Masyarakat Diminta Tidak Melakukan Kegiatan Apapun Di Daerah Potensi Bahaya

BPPTKG juga mengingatkan masyakarat akan potensi bahaya aktivitas Gunung Merapi berupa guguran lava serta awan panas pada sektor selatan-barat yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif bisa menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak. 


Masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi tersebut akan segera ditinjau kembali. 


  1. Gunung Merapi Luncurkan 11 Kali Awan Panas Guguran Sepanjang Malam

Pada Senin (18/1/2021), Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang bisa terlihat dari Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah pukul 20.00 WIB, terus terjadinya luncuran awan panas guguran. Hingga pukul 24.00 WIB, BPPTKG mencatat aktivitas tersebut terjadi sebanyak 11 kali. 


Dan terakhir, terjadinya awan panas guguran di seismogram dengan amplitude 60 milimeter dengan estimasi jarak luncur 1,5 kilometer kearah barat daya : Hulu Kali Krasak dan Boyong. 


  1. Rekomendasi Tetap Dipertahankan

Agus Budi Santoso selaku Kasi Gunung Merapi BPPTKG sempat mengatakan bahwa pada 2021 ini munculnya fenomena api diam atau lava pijar yang menjadi tanda Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi baru.


Agus memastikan jika pihaknya masih tetap mempertahankan rekomendasi yang sudah berlaku yaitu Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten supaya mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.     

      

Selain itu juga dalam rekomendasi tersebut diungkapkan bahwa penambangan di alur sungai sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III harus dihentikan. Kemudian, para pelaku wisata dihimbau tidak melalukan kegiatan wisata di KRB Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi. 


Rekomendasi tetap dipertahankan, karena berdasarkan data pemantauan yang dilakukan masih ada potensi erupsi eksplosif.    

Hanik Humaida selaku Kepala BPPTKG mengungkapkan bahwa, kini Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi pada 2021. Tetapi ini baru awal indikasi, proses ekstrusi magma masih akan terjadi berdasarkan data seismik dan deformasi yang tinggi. Menurutnya, tahap vulkanik Gunung Merapi tersebut sejauh ini masih tinggi.