Indonesia memiliki adat istiadat yang beragam dan sarat tinggi nilai budaya. Termasuk pernikahan adat Bugis asal Makassar yang kerap menarik perhatian publik. Tidak hanya festival rakyat dan mas kawin, tetapi juga pernikahan  Bugis  terkenal  dengan uang Panai yang sangat mahal. Apakah Anda pernah dengar seberapa banyak uang panai yang harus dibayar oleh calon pengantin pria? Agar tidak salah mengartikan uang panai adat Bugis, berikut fakta dan alasan terkait adanya uang panai.

1. Definisi uang panai

Menurut sosiolog dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Rahmat Muhammad, mengatakan bahwa uang panai merupakan simbol penghormatan terhadap perempuan Bugis Makassar. Secara khusus, kehormatan diberikan kepada calon suami dari calon istri. Uang panai juga diartikan sebagai ungkapan keutuhan seorang pria yang hendak melamar seorang gadis. 

Uang Panai juga didefinisikan sebagai Uang belanja. Nilai uang ini merupakan persyaratan umum untuk mendanai pesta pernikahan pengantin wanita. Tentu saja, nilai nominal uang Panai cukup tinggi terlebih jika sang perempuan miliki garis keturunan seorang bangsawan.


2. Besaran uang panai

Berbeda dengan mahar dan seserahan, uang Panai hanya untuk keluarga perempuan. Besaran Panai bervariasi dari jutaan hingga ratusan rupiah. Nominal  panai biasanya dilihat dari kelas perempuan untuk kecantikan, silsilah bangsawan, pendidikan dan pekerjaan. Semakin tinggi status wanita yang ingin dinikahi, maka semakin besar pula jumlah panai yang mesti dibayar.

Untuk seorang gadis berpendidikan perguruan tinggi, uang panai adalah sekitar Rp 50 juta – Rp 150 juta. Jika gadis pujaan itu adalah keturunan bangsawan, maka nilai Panai juga akan meningkat. Jumlah nominalnya bisa mencapai ratusan juta. Tidak heran jika uang panas adat Bugis terkenal dengan harganya yang mahal.


3. Menyiratkan tingginya penghargaan terhadap wanita

Terlepas dari  jumlah uang Panai yang besar, yang ingin disampaikan oleh tradisi ini adalah bahwa perempuan layak mendapatkan apresiasi yang  lebih. Tradisi uang Panai untuk Bugis Makassar menunjukkan bahwa pria benar-benar berjuang untuk mendapatkan wanita yang dicintai.


4. Bentuk kesungguhan pria Bugis

Uang panai Bugis sudah menjadi tradisi turun-temurun. Jika calon suaminya memiliki integritas untuk bekerja demi uang Panai, simbol rasa terima kasih kepada wanita itu adalah kesaksian orang tua wanita itu. Jumlah uang yang besar ini juga menjadi faktor rendahnya angka perceraian orang Bugis. Tingginya harga Panai membuat pria berpikir tentang perceraian ribuan kali, terutama setelah mengorbankan uang untuk Panai yang nilai begitu besar.


5. Banyak cinta kandas karena uang panai

Tidak sedikit pasangan asal Bugis yang kandas kisah cintanya karena uang panai yang tinggi. Karena hal inilah, banyak lelaki yang kemudian berpindah pasangan karena tidak mampu memenuhi uang panai yang diminta.


6. Menjadi bentuk penolakan lamaran

Nilai nominal uang Panai biasanya dinyatakan oleh seorang wanita. Perlu anda tahu, jumlah uang panai yang besar tersebut bisa menjadi tanda penolakan atas lamaran pria. Sebagai tanda penolakan yang halus, wanita dapat menetapkan nilai nominal tinggi yang tidak dapat ditandingi pria.

Karena hal demikian itu, uang Panai dalam pernikahan Bugis menyebabkan banyak kasus kawin lari. Terutama karena pihak pria tidak bisa membayar panai. Selain kawin lari, beberapa pasangan nekat bunuh diri karena gagal memenuhi persyaratan pernikahan mereka.


7. Kontroversial

Karena banyak kisah pilu terkait uang panai, tidak jarang adat Bugis tersebut menjadi kontroversi. Baik karena kesan membeli perempuan ataupun putusnya hubungan percintaan kedua pasangan yang hendak melaksanakan pernikahan.

Itu beberapa fakta dan alasan menarik tentang uang panai adat Bugis yang perlu anda ketahui. Jadi buat para laki-laki di manapun berada, apapun tradisi yang ada di suatu daerah, perjuangan untuk mendapatkan wanita yang dicintai harus dilakukan semaksimal mungkin.

Baca juga: 13 Susunan Acara Pernikahan Adat Sunda, yang Wajib Kamu Tahu !